← Kembali ke Semua Berita

Sosialisasi Gizi GGL Menjadi Pembuka Rangkaian Pengabdian Masyarakat (PM) BEM KEMENDIKTI 2025

30 November 2025

Kegiatan sosialisasi gizi dengan topik Gula, Garam, Lemak (GGL) sukses diselenggarakan sebagai rangkaian pembuka Program Pengabdian Masyarakat (PM) BEM KEMENDIKTI 2025. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025 di Balai Desa Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh masyarakat dari kelompok lansia, khususnya ibu-ibu PKK dan Posyandu.


Kegiatan ini dirancang sebagai langkah awal untuk meningkatkan literasi gizi masyarakat, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pola konsumsi yang lebih sehat. Melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan aplikatif, kegiatan ini diharapkan menjadi penopang untuk rangkaian program berikutnya yang akan dilaksanakan oleh anggota PM BEM KEMENDIKTI 2025.


Acara dibuka dengan ramah tamah dengan warga yang hadir saat sosialisasi sebagai pengenalan topik edukasi kesehatan gizi lansia.Kegiatan dimulai dengan obrolan ringan yang secara alami mengalir menuju pengantar materi. Dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif, peserta diharapkan dapat memahami urgensi edukasi gizi untuk menekan risiko penyakit tidak menular yang semakin meningkat di Indonesia akibat pola konsumsi yang tinggi gula, garam, dan lemak.


Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pemaparan mengenai batasan konsumsi harian GGL sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan, dampak konsumsi berlebihan, seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas, serta cara cerdas membaca label pangan dan praktik memilih bahan makanan rendah GGL. Materi disampaikan secara komunikatif dengan contoh produk sehari-hari, simulasi perbandingan gula pada minuman populer, serta demonstrasi sederhana tentang takaran garam dan lemak sehat melalui cakram edukasi.


Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang muncul terkait konsumsi keluarga, alternatif pilihan makanan sehat, hingga tips mengurangi gula dan garam tanpa mengorbankan rasa. Tak hanya itu, beberapa peserta juga berbagi pengalaman pribadi yang membuat diskusi semakin hidup. Panitia juga memberikan apresiasi dengan hadiah menarik bagi peserta yang aktif dan antusias. Kemudian kegiatan ditutup dengan dokumentasi bersama antara peserta dan panitia sebagai simbol kolaborasi dan komitmen untuk terus membangun masyarakat yang lebih sadar gizi.


Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu mengimplementasikan pola makan lebih sehat sebagai bagian dari gaya hidup. Edukasi GGL ini juga diharapkan menjadi pondasi kuat untuk rangkaian kegiatan selanjutnya, sehingga dampak yang dihasilkan tidak hanya berhenti pada pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku nyata.